Macam-Macam Warna Darah Menstruasi yang Menggambarkan Kesehatan Wanita

posted in: Kesehatan | 0

Keluarnya darah Menstruasi saat menstruasi merupakan hal yang wajar karena luruhnya dinding rahim memang keluar dalam bentuk darah, namun tahukah Anda bahwa warna darah menstruasi bisa berbeda-beda? Uniknya, perbedaan warna darah saat menstruasi merupakan sebuah indikator yang menunjukkan kondisi kesehatan Anda. Untuk itu mulailah untuk memeriksa warna darah yang keluar saat Anda sedang Menstruasi untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam tubuh Anda.

www.pexels.com

Warna Darah Menstruasi dan Maknanya

  • Merah Pekat

Saat darah menstruasi Anda berwarna merah pekat atau bahkan coklat tua bukan berarti Anda sedang mengalami masalah serius di dalam rahim. Darah jenis ini biasanya sudah terlalu lama berada di dalam rahim sehingga warnanya cukup pekat. Hal ini biasanya terjadi saat menstruasi sedang deras karena darah yang sudah lama tersimpan akhirnya keluar. Akan tetapi darah yang berwarna pekat coklat juga bisa menjadi pertanda bahwa menstruasi akan segera selesai karena tidak jarang darah jenis ini keluar hanya dalam bentuk bercak yang tidak terlalu banyak. Selain karena lamanya waktu darah saat berada di rahim, warna darah yang pekat juga bisa disebabkan karena rendahnya kadar progesteron dalam tubuh. Biasanya kondisi tersebut terjadi pada wanita yang siklus Menstruasinya tidak teratur. Untuk mengurangi kepekatan warna darah Menstruasi, Anda bisa mengurangi konsumsi gula, susu dan semua produk yang mengandung susus.

  • Merah Muda

Jika darah pekat menandakan rendahnya kadar progesteron, warna darah menstruasi merah muda merupakan indikasi rendahnya hormon estrogen dalam tubuh. Kondisi ini bisa jadi lebih buruk jika darah muda tersebut keluar dalam bentuk aliran yang tidak terlalu deras. Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan rendahnya kadar estrogen dalam tubuh diantaranya adalah olahraga berlebihan, PCOS, kekurangan nutrisi, berat badan yang turun tiba-tiba secara drastis serta menopause. Wanita yang kekurangan nutrisi biasanya memiliki siklus Menstruasi pendek dengan warna darah merah muda. Untuk mengatasinya Anda bisa mengurangi intensitas olahraga serta mengkonsumsi makanan yang tinggi protein misalnya kacang-kacangan.

  • Merah Menggumpal

Ada kalanya darah Menstruasi memiliki warna merah cerah namun bergumpal seperti layaknya selai strawberry. Sebenarnya ini bukanlah kondisi yang serius namun warna darah yang semacam itu melambangkan hormon estrogen dan progesteron yang tidak seimbang.  Akan tetapi Anda patut waspada jika gumpalan pada darah berukuran besar. Bisa jadi ada masalah serius pada ketidakseimbangan hormon yang sedang terjadi. Sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mencari solusinya.

www.pexels.com
  • Merah Muda dan Encer

Darah Menstruasi merah muda dengan tekstur yang warnanya pudar merupakan indikasi bahwa Anda sedang kekurangan nutrisi. Solusinya adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi agar darah Menstruasi kembali normal. Jika darah merah muda disertai dengan tekstur yang encer bisa jadi pertanda bahwa Anda mengalami anemia dan membutuhkan asupan zat besi tambahan. Biasanya kekurangan zat besi ditandai dengan rasa melayang saat bangun dari tidur atau duduk. Mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah mentruasi serta kesehatan Anda.

  • Orange

Meskipun jarang terjadi, beberapa wanita memiliki warna darah Menstruasi orange yang bisa disebabkan karena adanya cairan dari leher rahim yang ikut terbawa. Kondisi ini umumnya terjadi hanya untuk beberapa waktu saja. Akan tetapi jika darah orange berlangsung dalam waktu yang cukup lama kemungkinan ada infeksi yang terjadi di serviks dan Anda sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.

  • Biru

Jika warna orange saja sudah aneh, maka warna biru atau bahkan ungu pun pasti lebih aneh. Untungnya warna biru pada darah menstruasi merupakan hal yang wajar terjadi terlebih lagi jika darah dalam keadaan menggumpal. Akan tetapi warna kebiruan pun bisa menjadi pertanda bahwa hormon estrogen di dalam tubuh Anda berlebihan. Hal ini bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi serat agar kadar hormon estrogen kembali normal.

  • Hitam

Warna gelap darah menstruasi sangat normal terjadi jika menstruasi Anda tidak teratur karena darah sudah lama tersimpan di dalam. Kondisi yang patut diwaspadai adalah warna darah Menstruasi yang pekat yaitu abu-abu atau hitam padahal Anda sudah Menstruasi secara teratur dan dibarengi dengan munculnya bau tidak sedap. Ini merupakan pertanda bahwa di dalam rahim sedang terjadi infeksi dan Anda harus segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter. Selain infeksi, keguguran juga bisa menyebabkan keluarnya darah berwarna hitam. Keguguran semacam ini harus dituntaskan dengan mengeluarkan sisa darah yang masih tertinggal di dalam rahim untuk menghindari terjadinya infeksi seperti kista.

  • Jingga

Tidak hanya warna hitam, warna jingga pada darah Menstruasi juga mengindikasikan adanya infeksi yaitu infeksi penyakit menular seksual. Jika ada bau menyengat yang muncul saat darah keluar bisa jadi pertanda bahwa indikasinya harus segera ditangani. Warna jingga sebenarnya tidak berbahaya selama tidak ada bau, namun tetap saja lebih aman jika Anda mengkonsultasikannya ke dokter terlebih dahulu.

  • Merah

Warna merah menyala merupakan warna darah menstruasi yang paling normal. Darah merah merupakan darah segar yang keluar karena terkikisnya dinding rahim. Selain merah terang, merah tua juga merupakan warna darah menstruasi yang sehat dimana hal ini menandakan bahwa kondisi tubuh Anda baik dan hormon di dalam tubuh pun seimbang. Warna merah tua biasanya terjadi di awal menstruasi kemudian berlanjut menjadi merah terang di beberapa hari berikutnya dan pada akhirnya berubah warnanya menjadi lebih terang dan bertekstur licin.

www.pexels.com

Kuantitas Darah Menstruasi

Selain warnanya, kuantitas darah menstruasi juga perlu diperhatikan. Jumlah darah Menstruasi yang sedikit sering terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi. Selain sedikit darah juga biasanya berwarna merah muda. Jika Anda tidak sedang menggunakan alat kontrasepsi, maka mungkin Anda mengalami stress yang berlebih, kekurangan nutrisi serta ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Kuantitas darah menstruasi yang terlalu banyak pun perlu diwaspadai karena hal ini dapat mengindikasikan beberapa masalah seperti endometriosis, tumor rahim atau polip. Hal ini rentan terjadi pada wanita berusia diatas 35 tahun. Polip pun bisa ditandai dengan munculnya darah padahal menstruasi sudah selesai. Ada kalanya darah yang terlalu banyak wajar terjadi jika Anda mengalami menstruasi yang tidak teratur dan biasanya hal ini terjadi di beberapa hari awal menstruasi.

Tidak semua permasalahan dalam menstruasi yang terjadi dapat segera teratasi dengan obat pelancar Haid atau semacamnya. Jika Anda menemukan warna darah Menstruasi yang berbeda serta mencurigakan, sebaiknya periksakan dulu kondisi Anda ke dokter. Mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter bisa jadi membahayakan kesehatan. Terlebih lagi kondisi yang berkaitan dengan warna darah Menstruasi tidak selalu dikaitkan dengan gangguan kesehatan yang berbahaya. Jadi pastikan untuk bertidak secara bijak dan tetap tenang jika Anda menemukan beberapa perbedaan warna saat menstruasi.

www.pexels.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *